Kalibrasi Flow Meter

Jika kita sering bersinggungan dengan instrument ukur, baik instrument untuk mengukur berat, panjang, luas, kecepatan, kapasitas, debit air, temperature, kekuatan gaya, kemampuan daya, kekuatan arus dan lainnya ada istilah yang tidak asing yaitu KALIBRASI.

Kalibrasi bisa juga di terjemahkan sebagai tindakan untuk menjaga dan memastikan kwalitas hasil dari alat ukur sehingga berfungsi dengan benar walupun harus melibatkan faktor angka pengali terhadap hasil yang terbaca pada alat ukur. Kaliberasi flow meter atau lainnya di butuhkan karena menurunya performance alat ukur karena pemakaian yang terus menerus dalam rentang waktu tertentu.

DSC_0268

Karena itu saat melakukan Kalibrasi flow meter ataupun alat instrumen lain kadang di perlukan langkah atau tindakan pengecekan fisik, pengetesan dan kalo perlu setting bahkan mungkin repair terhadap alat ukur, sehingga alat ukur itu dalam peroses penunjukannya sesuai dengan yang sebenarnya, dengan cara membandingkan terhadap alat ukur yang standart sesuai dengan standart nasional maupun internasional yang tersertifikasi atau disebut kalibrator.

Jadi tujuan dari kalibrasi flow meter atau alat instrumentasi sendiri adalah untuk verifikasi dari suatu instrument, dalam menentukan nilai penyimpangan sehingga mampu memberikan jaminan akan hasil pengukuran dari alat ukur sesuai dengan standart yang di persyaratkan. Dari Tindakan Kalibrasi ini bisa di ketahui performa dari alat ukur tentang kwalitas hasil pengukuran, penyimpangan dan sebagainya guna memutuskan apakah alat ukur tersebut masih layak di gunakan atau tidak.

Kalibrasi ini di perlukan untuk alat instrument baik alat baru, terpakai dalam jangka waktu tertentu, karena di service , di modifikasi, diaplikasikan ketempat lain maupun ketika adanya kecurigaan terhadap hasil pembacaan dari alat ukur. Hal ini dilakukan guna menjaga kwalitas dan dan penerapan sistem mutu pada kegiatan produksi maupun kegiatan transaksi..Alat ukur yang biasa di kaliberasi adalah flow meter, timbangan pressure meter, level sensor dan lain2

Read More : Flowmasonic.com

Advertisements

Jenis – jenis Flow Meter

Flow Meter Portable

  • Flow meter portable mulai terkenal saat dikenalkanya flow meter jenis ultrasonic dimana cara penggunaan dan instalasinya cukup mudah dan cepat serta  dapat dibawah kemana mana.
  • Portable flowmeter ini menggunakan jenis clamp on flow meter dimana sensor atau sering di sebut dengan transducer ultrasonic cukup di clamp pada permukaan luar pipa, Karena prosesn insatlasi tanpa memotong pipa atau melubangi pipa maka biaya instalasi dari flow meter clamp on sangat murah dan cepat.
  • Untuk jenis flow meter portable biasanya di lengkapi dengan data logger vaik itu secara internal maupun external dan untuk power karena sifatnya portable biasanya menggunakan battery yang bisa di charge dan umumnya battery mampu bekerja pada waktu cukup lama diatas 5 jam.
  • Info lebih lanjut product portable flow meter silahkan click

Clamp on Ultrasonic Flow Meter

  • Flowmeter ultrasonic merupakan tipe flow meter yang cara kerjanya mengukur kecepatan aliran fluida dengan menggunakan ultrasound sehingga dengan perhitungan volume yang mengalir bisa terbaca di transmitter ultrasonic.
  • Dengan menggunakan sensor ultrasonik atau sering disebut transducer ultrasonic flowmeter dapat mengukur kecepatan rata dari aliran fluida dalam pipa dengan cara mengukur rata rata perbedaan waktu antara waktu pengiriman signal dan penerimaan signal dengan arah aliran.
  • Info lebih lanjut product clamp on ultrasonic flowmeter silahkan click

Flowmeter Mass Flow Coriolis

  • Flowmeter coriolis adalah jenis flow meter yang secara teori menghitung kekuatan gaya/tenaga akibat adanya osilasi suatu sensor yang dilewati cairan dengan menggunakan perhitungan coriolis yang di konversi ke suatu aliran massa.
  • Coriolis flow meter secara real mempu menghitung massa aliran sehingga perubahan temperature dari aliran tidak banyak berpengaruh. Begitu juga persolan perubahan aliran karena instalasi atau sebab lain yang berakibat aliran tidak laminer serta terjebaknya udara atau gas dalam aliran tidak memeengaruhi akurasi. Berbeda dengan sifat flow meter yang menghitung volume dimana mass flow meter bisa mengabaikan berat dari udara atau gas yang terjebak dalam aliran.
  • Info lebih lanjut product  coriolis mass flow meter silahkan click

Flow Meter Electromagnetic

  • Flowmeter electromagnetin yang sering disebut magnetic flow meter atau magmeter merupakan jenis flow meter yang cara kerjanya menggunakan hukum faraday. Karena sifat kerjanya seperti itu maka magnetic flow meter hanya bisa kerja pada cairan yang mempunyai konduktifitas pada tingkatan tertentu dan umumnya pada kisaran minimal 20 micro siemens
  • Info lebih lanjut product  Electromagnetic flow meter silahkan click 

Insertion Flow Meter

Read More :  Flowmasonic.com

 

Aplikasi Flow Meter

Sebagaimana diketahui aplikasi flow meter cukup banyak sekali baik didunia industri manufacture, irigasi, rumahsakit, hotel, taman wisata, alat berat, dunia kelautan, transportasi laut dan sebagainya. berikut ini aplikasi berdasarkan teknologi :

1. Aplikasi berdasarkan jenis fluida :

A. Differential Pressure Transmitter dan Primary Elements :

  1. Cairan
  2. Gas
  3. Uap
  4. Udara

B. Positive Displacement :

  1. Utility
  2. Billing
  3. Lainnya

C. Turbine :

  1. Custody Transfer
  2. Utility
  3. Billing
  4. Lainnya

2. Aplikasi Teknologi Baru Flowmeter:

A. Coriolis :

  1. CTNG (Custody Transfer of Natural Gas)
  2. CTIG (Custody Transfer Industrial Gas)
  3. CNG(Compressed Natural Gas)
  4. Lainnya

B. Ultrasonic :

  1. CTNG
  2. Pengukuran Gas Dalam Proses
  3. Flare/Stack Gas
  4. Lainnya

C. Vortex :

  1. Gas
  2. Cairan
  3. Uap

D. Thermal :

  1. CEM(Continuous Emissions Monitoring)
  2. Flare Gas
  3. Flue Gas
  4. LandfillGas Recovery
  5. BiogasRecovery
  6. BiomassFermentation Recovery
  7. CoalMine Methane Recovery
  8. Boiler Inlet
  9. Wastewater Treatment
  10. Compressed Air
  11. Natural Gas Submetering

Flow Meter Air Bersih

Flow meter air bersih adalah flow meter yang di gunakan untuk mengukur aliran air baik dalam sistem tertutup sepeti pipa maupun sistem terbuka seperti sungai maupun parit atau channel. Yang di maskud air bersih adalah cairan yang basenya adalah air baku, air sungai, air sumur, air laut, cooling tover, air dingin, air condensat atau air PDAM serta air minum.

Flow meter air  bersih di dasarkan suatu cairan yang mengandung unsur utama air yang mempunyai konduktivitas maupun yang tidak mengandung konduktivitas atau konduktivitasnya sangat kecil dibawah 20 micro siemens. Dimana air yang diamksud tidak mengandung solid kotor seperti air lumpur.

Untuk jenis flow meter air bersih ini pemilihanya harus mengacu pada spesifikasi cairan tersebut dan lebih mudahnya mungkin bisa di golongkan sebagai berikut :

  1. Flow meter untuk air murni atau air suling atau air yang konduktivitasnya dibawah 2 micro siemens atau kurang seperti air demin atau sejenisnya
  2. Flowmeter air untuk makanan atu minuman seperti air minum, susu, jus, kecap, saos, beer, air nira dan sejenisnya yang di tuntut memenuhi kelas food grade
  3. Flow meter air yang mengandung chemical baik yang mempunyai sifat asam atau basah atau PH normal yang mana flow meter jenis air ini harus mempunyai ketahanan terhadap sifat korosif
  4. Flow meter air yang bisa diaplikasikan pada saluran terbuka seperti sungai maupun parit atau channel.

Dari pengelompokan jenis flow meter tersebut, hendaknya pemilihan type maupun model jenis flowmeter disebutkan spesifikasi secara lengkap, supaya sesuai dengan tujuan pemasangan flow meter dan life timenya lama. Dibanyak kasus kesalahan terbesar dari pemilihan jenis flow meter yang mengakibatkan life time pendek dan biaya maintenancenya mahal, adalah pihak pembeli tidak memahami cara menentukan jenis flow meter, sedangkan pihak penjual maunya menjual stock flow meter yang tersedia.

Read More : Flowmasonic.com

INSTALASI FLOW METER

Jenis Cairan dan karakteristik aliran

Ada berbagai jenis fluida dengan karakteristik masing-masing yang perlu diketahui saat akan menentukan jenis flow meter serta persyaratan dari kecepatan aliran fluida seperti :
Besarnya tekanan pressure, Besarnya temperature cairan, penurunan tekanan yang disyaratkan, density cairan, viscosity dari fluida, konduktivitasnya, tingkat keasaman, dan untuk uap perlu juga diketahui temperature kerjanya,  informasi tentang keselamatan atau toksisitas harus disediakan, data rinci tentang komposisi fluida, adanya gelembung/busa, soliditas (ukuran kasar atau lembut, partikel, serat), Perlu finishing jenis coating, dan kualitas tembus pandang / transmisi cahaya (buram, tembus atau transparan).?

Selain informasi diatasdalam menentukan jenis flow meter, juga perlu informasi adanya jalur pipa saat installasi seperti Apakah jalur aliran pipa dari flow meter dapat menimbulkan back pressure, apakah aliran dari fluida tidak selalu mengisi flow tube dengan penuh, apakah terdapat aliran lumpur yang dapat berkembang ( udara padat-cair), apakah ada aerasi atau adanya gelombang dalam aliran, apakah terjadi perubahan suhu secara mendadak atau mungkin perlu tindakan pencegahan yang perlu dilakukan saat dilakukan pembersihan dan pemeliharaan, Informasi-informasi lapangan seperti tersebut perlu di berikan.

 

Koneksi, Pipa dan Installasi Flow Meter
Saat melakukan pemasangan flow meter perlu dipertimbangkan bebarap aspek lokasi installasi flow meter seperti arah aliran hendaknya untuk fluida liquid hendaknya dihindar pemasangan flow meter posisi vertical dengan arah aliran turun/kebawah, size( ukuran diameter pipa ) Jenis bahan flow meter, jenis koneksi flow meter, adanya tekukan aliran, adanya valve, adanya getaran pada pipa, atau medan magnet yang terlalu besar, adanya jalur pipa lurus yang memadai untuk persyaratan pemasangan jenis flow meter tertentu serta perlu tidaknya kelas food grade.

 

Para Perencana dalam  menentukan jenis flow meter harus tahu apakah ada getaran yang terlalu besar atau adanya medan magnet atau mungkin di daerah tersebut, apakah tersedia tenaga listrik atau hanya mengandalkan mekanik atau pneumatik, jika kawasan ini diklasifikasikan untuk daerah yang mudah terbakar atau mudah meledakatau jika ada persyaratan khusus lain seperti peraturan yang sesuai dengann sanitary atau tempat yang harus bersih.

 

Langkah berikutnya adalah untuk menentukan rentang ukur yang dibutuhkan dengan mengidentifikasi arus minimum dan maksimum (massa atau volumetrik) yang akan diukur. Setelah itu, akurasi pengukuran aliran yang dibutuhkan ditentukan. Biasanya akurasi ditentukan dalam persentase membaca yang sebenarnya (AR), dalam persentase rentang dikalibrasi (CS), atau dalam persentase unit skala penuh (FS). Persyaratan akurasi harus dinyatakan secara terpisah di flowrates minimal, normal, dan maksimum. Kecuali jika kita tahu persyaratan ini, kinerja flowmeter Anda mungkin tidak dapat diterima selama rentang penuh.

 

Dalam aplikasi di mana produk yang dijual atau dibeli berdasarkan pembacaan meter, akurasi mutlak sangat penting. Dalam aplikasi lain, pengulangan mungkin lebih penting daripada akurasi mutlak. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menetapkan secara terpisah akurasi dan pengulangan persyaratan dari setiap aplikasi spesifikasi oleh aturan tertentu.

 

Ketika akurasi flowmeter dinyatakan dalam % CS atau unit % FS, kesalahan besar akan muncul jika flow rate mengalami penurunan secara drastis. Jika error pengukuran dinyatakan dalam % AR, error secara han secara absolut tetap sama pada kecepatan aliran yang maksimal maupun yang minimal. Karena skala penuh (FS) selalu merupakan jumlah yang lebih besar dari rentang dikalibrasi (CS), sebuah sensor dengan kinerja % FS akan selalu memiliki error yang lebih besar dari satu dengan spesifikasi % CS yang sama. Oleh karena itu, dalam rangka untuk membandingkan semua jenis yang ditawarkan, disarankan untuk mengkonversi semua angka error yang muncul ke dalam unit yang sama %AR.

Read More : Flowmasonic.com

Cara Kerja Flow Meter

Pengukuran aliran fluida adalah sangat penting di dalam suatu industri proses seperti kilang  minyak (refinery), pembangkit  listrik (power  plant), industri  kimia (petrochemical), Industri pengolah limbah, Industri makanan dan minuman dan Industri Farmasi.
Pada industri proses seperti ini, memerlukan penentuan kuantitas dari suatu fluida (liquid, gas, steam, powder) yang mengalir melalui suatu titik pengukuran, baik didalam saluran yang tertutup maupun saluran terbuka (parit, sungail). Parameter aliran yang diukur dapat berupa : laju aliran volume, laju aliran massa, kecepatan aliran. Instrumen untuk melakukan pengukuran kuantitas aliran fluida ini disebut flow meter.
Aplikasi pengguanaan Flow Meter ini menpunyai cakupan yang cukup luas pengembangnya seperti bagian dari  sensor flow meter, interaksi sensor dan fluida melalui  penggunaan teknik penghitungan komputer (komputasi), transducers dan hubungannya dengan unit  pemprosesan sinyal (transmitter), serta penilaian dari keseluruhan sistem di bawah kondisi lingkungan yang idel, kondisi mudah terendam air karena cuaca, kondisi didaerah yang berbahaya dan mudah meledak serta pada lokasi laboratoriumataupun di tempat tertutp lainnya,
Flow meter mempunyai banyak sekali jenis, ukuran dan model, karena itu jenis flow meter yang akan kita gunakan harus benar-benar disesuaikan denan kebutuhan aplikasi di lapangan. Karena jika pemilihan jenis flow meter ini kurang tepat maka akan menimbulkan biaya lebih tinggi baik karena umur dari flow meter itu sendiri maupun akurasi dari pengukuran aliran fluida yang kurang tepat dimana akurasinya rendah.
Kalo mengamati cara kerja flow meter yang bermacam-macam sesuai dengan tipe flow meter maka hal penting yang perlu di perhatikan seperti jenis fluida , kepekatan fluida, temperature, keasaman cairan, working pressure, lingkungan yang explosion proof, bahkan kebersihan fluida juga harus diinformasikan sebagai pertimbangan untuk menentukan jenis flow meter yang sesuai.
Dari segi jenis fluida yang akan diukur oleh alat flow meter dibagi dalam 3 bagian yaitu flow meter untuk fluida cair,  fluida Gas dan fluida solid ( tepung, bubuk, pasir dan lainnya).
Hampir semua jenis Flowmeter dapat digunakan untuk mengukur aliran fluida cair dan beberapa jenis bisa digunakan untuk mengukur fluida gas ( Nitrogen, oksigen, udara bertekanan, steam dan lainnya)
Read More : Flowmasonic

Flowmeter untuk Air Laut

Saat ini air laut banyak digunakan untuk sumber energi seperti untuk proses pendinginan maupun di gunakan untuk sumber minum dengan proses penghilangan garam yang terkanadung dalam air laut. Untuk bisa memantau hasil produksi maupun untuk memantau kapasitas aliran baik itu di pelabuhan, bandar pellangan ikan maupun di tempat wisata termasuk hotel hotel di pinggir pantai maupu pembangkit listrik seperti PLTU digunakan alat ukur aliran yang berupa flow meter.

Flow meter untuk air laut ini melihat aplikasinnya bisa berupa flow meter yang dipasang di pipa maupun flow meter air laut yang di pasang di kanal. Untukk fow meter di kanal biasanya yang diukur adalah air buangan dari hasil proses yang bisa dipasang dengan flow meter jenis open channel. Flow meter open channel ini bisa dipasang pada posisi mendekati hillir dengan asumsi aliran air dikanal udah tidak terlalu bergelombang dengan melengkapi atau memodifikasi bentuk hillir kanal dengan bentuk penampang U atau V. Dengan begitu perubahan ketinggian permukaan kanal bisa di deteksi oeleh ultrasonic level yang secara otomatis bisa di konversi ke flow rate sesuai dengan keinginan pemasangan open channel flow meter.

Untuk Penghitungan flow rate air laut pada sistem pipa tertutup ada beberapa jenis flow meter, namun mengingat sifat dari air laut yang banyak mengandung garam dan mempunyai sifat korosif sebaiknya mengunakan flow meter dengan bahan material yang sesuai agar flow meter yang dipasng bisa tahan lama. Dalam hal ini flow meter air laut yang digunakan menggunakan bahan PVC ( non metal) atau bisa juga bahan flow meter air laut yang digunakan adalah stainless steel namun hargaya cukup mahal.

Flow meter yang cocok untuk untuk aplikasi air laut sebaiknya menggunakan jenis flow meter yang mempunyai jenis sensor tidak ada bagian yang berputar maupun sensor yang mempunyai bagian terbesar contact langsung dengan air laut karena bisa mengakibatkan bearing macet atau bisa menimbulkan kerak yang bisa menggangu performa dari akurasi pengukuran aliran dalam flow meter.

Read More : Flowmasonic